Pacitan, selain dijuluki sebagai kota 1001 goa juga memiliki banyak tempat wisata alam lainnya yang tak kalah indah, salah satunya yaitu pantai. Karena letaknya di selatan pulau Jawa, Pacitan mempunyai banyak pantai. Singkat cerita, pada awalnya keluarga besar kami ingin ke pantai Klayar dan Banyu Tibo. Karena ombak yang tinggi pantainya ditutup dan juga akses yang lumayan jauh dari rumah mbah. Jadi, kita ke pantai Pidakan ini. Baru tahu ada pantai ini dan masyaAllah bagus sekali pemandangannya. Awalnya mau ke pantai Soge namun kita semua sudah sering main kesana mungkin sudah agak bosan. Pantai Pidakan ini letaknya tidak jauh dari pantai Soge sekitar 1-2 km. Akses ke pantai ini belum banyak diketahui jadi pengunjungnya masih sedikit. Untuk biaya masuk per orang hanya sekitar Rp. 5000 pada hari biasa, namun karena kemarin musim liburan hari raya jadi naik menjadi Rp. 10.000. Selamat berlibur ! dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H :)
"Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal." (At-Taubah:51)
Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan
Mudik dan Berlebaran di Pacitan-(photos)
Mudik dan Berlebaran di Pacitan-(Takbiran)
Ini dia yang aku ceritakan sebelumnya..Hal yang belum pernah aku lakukan sebelumnya yakni takbiran !
Karena setiap mudik kesini selalu malam takbiran jadi aku dan keluarga belum pernah takbiran disini.Tapi lebaran tahun ini aku dan keluragaku mudik H-2 lebaran,sebenarnya sih perkiraan H-1 lebaran berhubung lebarannya di undur pemerintah tanggal 31 jadi ya H-2 deh jadinya.
Ada cerita lucu waktu menjelang buka.Karena rumah mbah deket masjid,jadi aku bisa lihat persiapan yang disiapkan untuk takbiran pada malam itu.Semua warga di dusun itu sudah bersiap-siap menyambut hari raya esok hari mulai dari makanan,takbiran dll.Tapi,anehnya setelah buka dan sholat isya’ kok belum dengar suara takbir ya?semua orang pada kebingungan.Dan setelah kurang lebih pukul 8 malam ada pengumuman dari pemerintah bahwa lebarannya itu masih tanggal 31 yaelah kasian yang udah masak2 buat lebaran besok hehe.Malahan kata orang ada gitu orang di dusun (lupa namanya) udah kecelek berangkat takbiran wkwk kasian ya.
Yak back to the topic malam ini bener udah pasti takbiran(30 agustus 2011) semua orang sudah memadati masjid untuk bersiap-siap takbiran.di depan rumah masing-masing warga dipasang sebuah oblik.Dan benar2 tak terduga semua listrik mati !jadi awalnya terlihat berkelip2 lampu di pegunungan jadi gelap gulita.Tapi kata warga lebih alami .Beberapa warga yang akan mengikuti takbiran sudah memegang obor masing-masing dan sudah mulai membentuk barisan.Bedug pun tak lupa dibawa di gledekan.Setelah mau berangkat tiba2 ayah dan mas ikut.Lalu adik saudaraku tiba2 mengajakku untuk ikut ya aku langsung capcus ikut aja :p.Awalnya males karena lampu mati,gak kebayang jalan di pegunungan malem-malem tanpa lampu wuih gelap banget(tapi walaupun lampu nyala tetap jalannya gelap karena memang gak ada lampunya -_-)
Tapi aku dan adek saudaraku tidak pegang obor jadi pinjam punya masku :p .Foto-foto dulu:
| gelap sekali di belakang :p |
Rute yang di tempuh untuk takbiran lumayan jauh apa lagi jalannya gelap dan naik turun kebayang capeknya kaya’ apa.Tapi sangat menyenangkan karena mungkin ini pengalaman pertamaku.Di jalan kita melihat rombongan takbiran yang lain malah lebih rame pengiringanya ada spd motor dan mobil2 di belakangnya jadi terlihat sangat ramai.Kembang api pun tak lupa menyala menghiasi langit dan menerangi kegelapan.
Setelah balik dan sampai kembali di dusun bondalem,semua orang beristirahat sambil makan semangka pacitan.muanis pol rasanya.Setelah selesai beristirahat aku pikir udah selesai dan kembali ke rumah masing-masing.Eh ternyata lanjut kembali ke dusun(lupa namanya ._. ).Karena aku,saudaraku,dan ayahku sudah capek.Jadi,kita memutuskan untuk kembali ke rumah mbah.Tapi,masku masih lanjut gila gak capek ya tuh anak. Tapi seneng banget suasananya waktu takbiran kaya’ jurit malem pas LA hehe tapi lebih rame.
Mudik dan Berlebaran di Pacitan-(Perjalanan dan perkenalan)
Lebaran tahun ini aku dan keluargaku mudik ke kampung halamannya ayahku yaitu di pacitan.
Kami berangkat hari senin 28 Agustus 2011 pukul ± jam setengah Sembilan malem dengan menaikki travel.Pukul setengah dua malam kita sampai di kab.tulungagung.Berhubung masih puasa kita sekalian sahur di sebuah warung.Kenapa kita buru2 sahur?Soalnya kalo sahur jam 4an udah sampai di pacitan dan gak ada warung karena di gunung2 pada sepi penduduknya jarang (kaya’ dihutan2 gitu).Waktu sahur aku pesen nasi pecel kok kelihatannya enak.Eh setelah di cicipin baru satu sendok pedesnya minta ampun(ngalah-ngalahi nasgorjan) Tapi untung nasinya sedikit jadi bisa habis.Berhubung aku juga lagi gak puasa waktu itu jadi gak takut sakit perut.Setelah selesai sahur kita melanjutkkan perjalanan kembali.Meskipun sudah melewati Tulungangung dan trenggalek,untuk sampai di pacitan kita harus melewati beribu-ribu gunung/pegunungan bukannya kiasan tapi memang melewati gunung2 itu memakan waktu yang lama ±3 jam.Ya siap-siap saja yang belum terbiasa lewat untuk mual dan mabuk karena jalan di gunung yang berkelok-kelok ditambah memakan waktu yang lama.Biasanya yang sering mabuk itu perjalanan siang hari karena panas.Tapi kalau malem hari relatif sedikit yang mabuk kerena udaranya sejuk tapi ga bisa lihat gunung2 di malam hari.
| laut selatan terlihat dari atas pegunungan |
Dengan menempuh waktu kurang lebih sebelas jam Akhirnya kita sampai di dusun bondalem desa wonodadi wetan kecamatan lorok kabupaten pacitan.Kita sampai sekitar pukul ±jam 7.Rumah mbah masih sangat tradisional yaitu joglo.sumpah kaya’ rumah jaman bung karno.Tapi keren !
| rumah mbah nampak dari depan (tapi sebagian) |
Di pacitan suasananya masih tradisional (masih desalah istilahnya) dan ngomongnya pake basa krama inggil jadi sangat sopan sekali.meskipun jauh dari keramaian tapi hubungan masyarakat antar tetangga masih sangat erat kaya’ soadara sendiri.Dan orang-orang disana itu sangat dermawan sekali,kata mbah mottonya “kalo ngasih uang ato apa2 itu gak bakal ilang” (translate dari basa jawa) maksudnya kalo kita ngasih sesuatu misalnya uang ke orang lain mungkin suatu hari uang itu akan kembali dalam bentuk rezeki ato semacam itulah.
Tapi jangan salah,meskipun disini tempatnya masih desa dan sangat tradisional namun berhasil mencetak pemimpin dan petinggi-petinggi negeri salah satu contohnya yaitu bpk.Presiden SBY.Beliau juga lahir dan dibesarkan di Pacitan.
Tapi jangan salah,meskipun disini tempatnya masih desa dan sangat tradisional namun berhasil mencetak pemimpin dan petinggi-petinggi negeri salah satu contohnya yaitu bpk.Presiden SBY.Beliau juga lahir dan dibesarkan di Pacitan.
Trekadang aku juga heran kok bisa ya ayah dulu merantau ke Surabaya.padahal di sini itu kaya’ pedalaman, tinggal di gunung2 yang jauh dari pom bensin dll.
Tapi disini pemandangannya keren banget masih alami.Mungkin kalo di buat bisnis tempat wisata bisa laris manis nih whehehe.Oh ya saat di perjalanan waktu lewat di pegunungan di jalan yang berkelok-kelok aku melihat suatu proyek beasr yaitu pembangunan PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) .2 tahun yang lalu waktu aku lewat masih belum ada bangunan2 birunya dan masih dalam proses pendataran gunung.Tapi sekarang sudah ada bangunannya bahkan menaranya juga.menaranya sangat tinggi hingga melebihi tingginya pegunungan.keren !
Langganan:
Postingan (Atom)
Recommended Post
kepingan makna kehidupan
"Allah selalu punya rencana yang terbaik untuk kita. Jangan takut untuk melangkah. Biarlah Allah yang menuntun" Selalu bersyuku...




