Sabtu, 24 November 2012

Rabu, 21 November 2012

Indonesiaku berjayalah setiap waktu



Tugas cerpen liburan kemaren ngasal banget bikinnya.silahkan dibaca ^^

Indonesiaku berjayalah setiap waktu

            Gemuruh suara sorakan penonton tergiang di telingaku,ku pejamkan mataku sejenak.Teringat berbagai peristiwa sebelum aku menginjakkan kaki ku di tempat ini.Ya,beruntungnya diriku dapat berdiri di tempat ini.Dengan mengucap Bismillah… ku mulai perjuangan ini.
***
            Kriiing….kring…. terdengar suara jam alarm dalam kamarku.Segera ku beranjak dari ranjang tempat tidur menuju kamar mandi dan bersiap pergi ke sekolah.Sebelum keluar kamarku,ku pandangi selalu lambang itu seolah memberi semangat tersendiri bagiku.Aku tersentak ketika terdengar suara tak asing bagiku.
”Andra….” terdengar suara ibuku memanggil dari bawah
”nggih buk” jawabku singkat
Segera ku berlari menuruni tangga dengan cepat.
“ini sarapannya sudah ibu siapkan,dan ini bekalmu” kata ibu sambil menyodorkan kotak makanan kecil berwarna pink. “matur nuwun buk”jawabku.
Ibuku adalah guru sejarah sekolah menengah atas.Ibu selalu baik kepadaku,sejak kecil seolah hanya ibu yang aku miliki.Ya masih beruntungnya diriku bisa mempunyai ibu yang super baik seperti beliau.Namun dalam hati kecil ini aku selalu bertanya-tanya mengapa ayah meninggalkan ibu dan aku? Ibu pernah bilang ayah kembali keluar negeri untuk urusan bisnis.Tapi hingga saat ini tak ada kabar dari beliau.Aku merasa kasihan pada ibu.Terkadang ibu terlihat bersedih karena kesepian.
Dengan cepat kuambil kotak makan itu dan berpamitan meninggalkan ibu.
Assalamu’alikum…”ucapku setelah mencium tangan beliau.
Wa’alaikum salam…. Hati-hati nak,sukses ya seleksinya” ucap ibuku sambil melambaikan tangan
“inggih buk,amin”
            Aku berlari kencang menuju sekolahku yang berjarak 300 meter dari rumah.Segera kupandang sekilas jam ditanganku,waktu menunjukkan pukul tujuh lebih.
“waduh telat lagi...bakal marah lagi nih pak imron”
Saat tiba di depan gerbang sekolah,terlihat pak Imron sudah duduk manis membawa buku catatannya. Dengan nada yang tinggi pak imron memarahiku
“Andra Fransisca Dewi Telat lagi..kamu ini bagaimana? Kalo seperti ini terus bagaimana moral bangsa Indonesia nanti? “
“Maaf pak tadi bangun kesiangan” ucapku dengan logat jawa yang khas
“Hari ini kamu saya perbolehkan masuk,lain kali kalo telat lagi saya suruh kamu lari keliling sekolah ini 10 kali putaran ! Hitung-hitung lumayan buat latihan fisik”
“iya ngapunten pak”
“ayo cepat masuk sana tes dimulai 5 menit lagi”
“siap pak !matur nuwun”
            Hari ini hari yang sangat penting bagiku.Karena hari ini diadakan seleksi penentuan perwakilan Indonesia untuk berlaga di Badminton world cup for junior.Sejak dulu sekolahku selalu mengirimkan perwakilannya untuk bertanding di kancah Internasional.Memang sekolah ini bukan sekolah yang biasa.Sekolah ini masih dibawa naungan Menteri Pemudan dan Olah Raga.Diperlukan usaha keras untuk masuk di sekolah ini.Hanya anak-anak yang memiliki skill bulu tangkis yang hebat yang dapat memasuki sekolah ini.Beruntungnya diriku dapat menjadi salah satu dari mereka.Aku mendapat beasiswa gratis untuk memasuki sekolah ini.
            Jauh hari sebelumnya aku telah mempersiapkan diri untuk berlatih dan berusaha keras agar dapat lolos seleksi tersebut.Latihan rutin pun aku lakukan setiap pulang sekolah.
Priiiiit…..priiiiiit….terdengar keras suara tiupan peluit yang ditiupkan oleh pak Faiz.Para siswa berbaris rapi dilapangan untuk bersiap-siap.Tak lama kemudian setelah persiapan dan pemanasan selesai,para siswa menunggu giliran untu bertanding.Seleksi pada tahap ini hanya diambil 6 orang saja.untuk lolos ke seleksi tahap selanjutnya.
“Andraa…” teriak pak Faiz
“iyaa pak “
Ya,akhirnya giliranku untuk bertanding.Kali ini aku akan melawan Ferina Soraya tidak mudah memang karena Ferina sangat kuat dan bertubuh tinggi.
Priiit…wasit telah memberi aba-aba tanda dimulainya pertandingan.Pada awal pertandingan aku sedikit gugup,selain itu Ferina berkali-kali melancarkan smash padaku.Alhasil pada babak pertama aku kalah.
            Di babak kedua aku tak mau kalah,aku bertekad memenangkan pertandingan ini agar dapat lolos ke tahap seleksi berikutnya.Aku berusaha keras dan fokus pada pertandingan ini.Setiap memdapat kesempatan bola tinggi langsung saja kepancarkan smash pada Ferina.Hal itu berjalan hingga akhir pertandingan.Hingga pada akhirnya aku dapat mengalahkan Ferina pada babak kedua dan ketiga karena terjadi rubber set.Senang bukan main memang akhirnya aku dapat lolos ke tahap seleksi berikutnya
“Selamat ya ndra..” ucap Ferina
“iya Fer,Terima kasih ya “
“Sukses selalu ya ndra..bawa nama baik Indonesia”
“Iya amin..kamu juga ya”
Setelah berjabat tangan satu sama lain,Ferina pergi meninggalkanku dengan membawa tas berisi raket bulutangkisnya.”Alhamdulillah”ucapku sembari bersyukur atas kemenangan ini.
***
            “Ayo..lebih semangat lagi” Ucap pak Imron pada 6 orang anak yang lolos ke tahap seleksi berikutnya.
Setelah mendengar ucapan pak Imron,kita  semua berlari lebih kencang lagi.Ya,satu putaran lagi setelah itu selesai sudah pemanasan untuk hari ini.Setelah pemanasan selesai kita bersiap untuk melakukan pertandingan pada seleksi ini.Untuk dapat mewakili Indonesia di ajang Badminton world cup for junior hanya diambil 3 orang dari 6 peserta yang sudah lolos.Seperti biasa pak Imron merupakan guru yang nasionalismenya tinggi.Beliau selalu bercerita tentang sejarah Indonesia dan semua pahlawan bulutangkis Indonesia yang pernah membawa nama besar bangsa Indonesia di ajang kompetisi bulutangkis Internasional.Beliau selalu memberi motivasi kepada kita,selain itu  beliau juga berpesan untuk selalu membanggakan bangsa ini.
“Telah banyak hal yang diberikan oleh bangsa ini,maka dari itu sudah sepatutnya kita memberikan hal yang terbaik untuk bangsa ini.Salah satunya yaitu dengan dapat  memenangkan pertandingan Badminton world cup for junior ini” kata pak Imron pada kami.
            Kata-kata pak Imron selalu tergiang di teliangaku sehingga membuat semangat tersendiri bagiku.Sebentar lagi pertandingan tahap ini akan dimulai.Aku akan melawan Kania.Juara bertahan Nasional Badminton Cup.Kania sangat kuat dan sudah berpengalaman.Aku sedikitb pesimis akan hal itu,Tapi semangatku mengalahkan segala ketakuatan serta kekhawatiran.
Priiit….terdengar keras suara tiupan peluit sang wasit meandakan dimulainya pertandingan.Kania mendapat giliran servis pertama.Berkali-kali aku melakukan kesalahan sehingga hal itu dapat dimanfaatkan Kania untuk melancarkan smash kerasnya.Akhirnya pada babak pertama aku kalah.Memang Kania bukanlah lawan yang mudah.Pada babak kedua aku berusaha mengejar ketertinggalanku.Aku berusaha keras memanfaatkan segala kesempatan dan peluang yang ada.Kesalahanku pada babak kedua pun berkurang dari babak pertama tadi.Sehingga pada babak kedua aku dapat memenangkan pertandingan.Karena score-ku dan Kania satu sama,maka diadakan rubber set atau babak ketiga.Pada babak ketiga Kania menunjukkan keunggulannya,awalnya aku tertinggal sedikit.Namun,pada akhirnya Kania lah yang berhasil menang sebagai juara dan lolos pada seleksi nasional ini.Sedih memang tapi aku selalu percaya bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana yang terbaik untuk kita.
“Selamat ya Kan…kamu memang hebat” kataku kepada Kania sambil berjabat tangan
“Ah..kamu juga hebat,kamu sudah berusaha keras.Hanya pengalaman yang membedakan kita.Sebenarnya kamu juga sama hebatnya”Ujar Kania sambil tersenyum kepadaku
“Selamat berjuang ya Kan..semoga mendapat hasil yang terbaik”
“iya amin.Thanks ya”
Akhirnya aku kalah pada seleksi ini.Lagi-lagi aku tak dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.Ya,mungkin memang belum waktunya.Maafkan aku Indonesia.
***
“Kriiing….Kring”Suara telepon rumah berdering terdengar dari kamarku.
“Draa…angkat teleponnya nduk..” teriak ibuku dari dapur
“nggih buk….”
Segera aku keluar kamarku menuju ruang tamu.
“Halo Assalamu’alaikum
“……”
***
            Telepon dari pak Imron tadi sedikit mengagetkanku.Senang dan sedih bercampur jadi satu.Pak Imron mengatakan bahwa aku diminta Kania untuk menggantikannya berlaga di Badminton world cup for junior.Kania tidak dapat mengikuti kompetisi tersebut karena terjadi kecelakaan tadi malam.Patah kaki disebelah kiri kakinya membuatnya tidak dapat bertanding 2 minggu lagi.Dokter mengatakan butuh waktu kurang lebih sebulan untuk dapat sembuh total.Tidak membuang waktu aku segera bergegas menuju rumah sakit untuk menemui Kania.
            Setelah bertemu Kania di rumah sakit,lalu aku menuju sekolah untuk bertemu dengan pak Imron dan bersiap melakukan latihan Intensif untuk persiapan ajang kompetisi tersebut.Aku melakukan latihan intensif dengan maksimal.Aku tidak mau mengecewakan Kania yang sudah mempercayaiku untuk menggantikannya.Aku harus memanfaaatkan kesempatan yang baik ini dengan maksimal.
***
            2 minggu berlalu sejak aku melakukan latihan secara intensif.Hari ini aku akan berangkat ke Denmark untuk bersiap bertanding.
“Ati-ati ya ndra disana…jangan lupa sholat.Ibu selalu mendoakannmu”
“iya buk doakan Andra ya… Assalamu’alaikum
Wa’alaikum salam
Aku berangkat menuju ke pesawat bersama dengan 2 orang temenku lainnya.
***
            Selama bertanding di Denmark,Aku dapat mengalahkan lawan-lawanku hingga aku dapat lolos ke babak final.Senang sekali rasanya hanya aku perwakilan dari Indonesia yang dapat melaju ke babak final.Ya,selangkah lagi aku dapat membawa kemenangan untuk bangsa ini.
            Ibuku selalu memberi dukungan kepadaku.Meski tak dapat menyaksikan secara langsung aku bertanding,tapi doanya selalu menyertai usahaku.Begitu juga Kania,mendengar aku dapat lolos ke babak final ia sangat senag sekali karena memang ia tidak salah memilih aku untuk menggantikannya.
            Hari ini pertandingan final Badminton world cup for junior. Kali ini lawanku cukup berat yakni young hae mi dari Korea Selatan.Dia merupakan juara bertahan tahun lalu.Tapi aku tidak boleh kalah darinya.Aku tak mau mengecewakan orang disekitarku.Aku ingin membanggakan Indonesia.
            Wasit yang akan memimpin pertandingan final kali ini berasal dari Denmark.Aku mendapat giliran pertama untuk melakukan servis.Setelah wasit meniupkan peluit tanda dimulai pertandingan aku mulai melakukan servis.Pertandingan babak pertama berlangsung cukup ketat.Kejar mengejar score sering terjadi pada babak ini.Penonton pendukung Indonesia memang tidak banyak namun gumuruh sorakan mereka yang sangat keras selalu tergiang di telingaku.Mereka sangat bersemangat mendukungku sebagai perwakilan dari Indonesia.Pada akhir babak pertama aku dapat unggul dari Korea Selatan.
            Babak kedua pun dimulai,tidak jauh beda dengan babak pertama.Kejar mengejar score masih terjadi namun kali ini perbedaanya sangat tipis.Terdengar keras suara supporter berteriak “Indonesia….Indonesia….”
Seaakan suara itu menambah semangatku agar dapat memenangkan pertandingan ini.Hingga score pada babak kedua menjadi 19-20 perbedaan yang sangat tipis.Aku masih tertinggal satu angka dari Korea selatan.Namun kesalahan-kesalahan dari young hae mi sungguh menguntungkanku hingga pada akhirnya aku dapat memenangkan pertandingan ini.
            Senang sekali rasanya.Pak Imron berteriak “Indonesia….” Sambil  menuju ke arahku.Aku sangat terharu bahwa perjuanganku kali ini tidak sia-sia.Memang benar bahwa rencana indah itu selalu ada.Selama upacara penutupan berlangsung terdengar lagu Indonesia Raya dimainkan mengiringi pengibaran bendera bagi sang juara.Ketua pelaksana menyerahkan mendali serta piala kepadaku.Bangga sekali diri ini ketika dapat membawa nama bangsa Indonesia di kancah Internasional.Ini menambah keyakinan diriku untuk semakin cinta pada negeri ini.Kupersembahkan kemenangan ini untukmu Indonesiaku.Terima kasih Indonesia.