Minggu, 05 Maret 2017

KKN BBM 55 UNAIR desa Talun

Assalamu'alaykum
Sudah lama rasanya ingin ngepost tapi terkendala waktu dan niat. Pada akhirnya baru bisa post di bulan ke 3 ini. so, this is as the first post in this year :)

Alhamdulillah atas nikmat luar biasa yang diberikanNya
setelah melewati 2 tantangan luar biasa (klinik dan praktik komunitas) sampailah pada cerita KKN ini.

Alhamdulillah bersyukur sekali KKN kemarin berjalan lancar. Diawali dengan dipertemukan  teman sekelompok KKN yang semuanya baik alhamdulillah. Berasal dari berbagai fakultas dan jurusan yang berbeda tentunya pasti memelukan waktu untuk beradaptasi dengan karakter masing-masing. Apalagi  baru kenal 1 bulan. Tapi, alhamdulillah kita dapat menyesuaikan dengan karakter masing-masing dan dapat menyatu dengan baik.

Kelompok KKN-BBM 55 saya ini bertempat di desa Talun, kecamatan Sumberrejo, kabupaten Bojonegoro. Besyukur sekali karena tidak begitu  di pelosok. Letaknya yang berada di pinggir jalan raya besar arah Surabaya ke Semarang membuat akses ke desa ini mudah dijangkau. selain itu dekat dengan beberapa tempat seperti pasar, stasiun dan minimarket. Alhamdulillah.

Kami tinggal di desa ini selama kurang lebih 25 hari. Desa Talun ini disebut desa santri karena di desa ini terdapat pondok pesantren yang sudah lama berdiri, yaitu pondok pesantren At-Tanwir. Menurut sejarahnya, pendiri dari pondok pesantren ini merupakan orang yang dahulunya berasal dari desa Talun. Pondok pesantren ini merupakan terbesar di kabupaten Bojonegoro. Perkembangan hingga saat ini, pendidikan yang diajarkan di pesantren yaitu dari tingkat RA (TK) sampai perguruan tinggi. 

Selama di desa Talun, kelompok kami tinggal di 2 rumah yang berbeda. Hal ini dikarenakan norma yang ada di desa tersebut yaitu laki-laki dan perempuan tidak boleh tinggal serumah (kecuali bagi yang sudah menikah). Alhamdulillah saya pribadi memang lebih setuju dengan ini. kelompok kami yang perempuan tinggal di rumah bapak Syahir. sedangkan kelompok kami yang laki-laki tinggal di rumah kosong milik bu Nafiah yang letaknya sekitar beberapa meter dari rumah pak Syahir.

Selama 25 hari, terhitung sejak 17 Januari-11 Februari 2017 merupakan waktu yang tidak singkat, namun terasa singkat ketika kita jalani bersama-sama. Alhamdulillah banyak memberikan memori yang baik untuk dikenang. Serta teman-temanku KKN yang pastinya akan dirindukan :"). Izzi (dragon ball) pak ketua yang suka tanya "rek makannya jam berapa ._.?", Rezza (keceng) yang selalu bisa mencairkan suasana, Gita (gitung) yang baik hati tak pernah marah dan suka berbagi, Deta (detung) yang jago masak dan selalu peduli dengan konsumsi kita selama 25 hari, Citra (nyonya menir) yang berhati lembut tapi perempuan paling tegas dan komunikatif, Adel (dedel) yang paling 'iya' serta sering banget aku mintain tolong buat nemenin kalo keluar rumah, Nurul (dewi alam) yang paling cekatan dan tangguh, mbak Nanda (nyi) yang suka berdandan hehe, Fiqar (seqar) yang paling peka dan tanggap, dan Amien (markamin) yang paling humoris. Jika semua diceritakan, mungkin sudah bisa jadi sebuah novel hihi jadi langsung saja untuk cerita selama disana juga bisa lihat video kami yang sudah ada di youtube. bisa klik di link ini

Banyak pelajaran yang dapat saya petik selama KKN-BBM 55 salah satunya yaitu arti kita sebagai orang yang berilmu khususnya sebagai seorang sarjana nanti seberapa besar ilmu dan manfaat yang dapat kita berikan setelah lulus nanti kepada masyarakat dan ini masih menjadi renungan saya hingga saat ini. Semoga kelak kita semua bisa menjadi orang yang banyak memberikan manfaat kepada sesama. Sampai jumpa desa Talun, sampai jumpa kawanku, selamat melanjutkan dan mengukir cerita hidup masing masing ya. semoga kita semua selalu dalam lindunganNya. Aamiin.

Thank you guys for amazing 25 days :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar